Debut Perdana Alastua Boxing Camp Langsung Borong 4 Emas dan 6 Perak

WhatsApp Image 2026 08 24 at 05.06.21 1
banner 120x600

MALANG – Alastua Boxing Camp langsung menunjukkan prestasi gemilang meski baru berdiri kurang dari tiga pekan. Dalam debut perdananya pada ajang Veteran Boxing Malang Raya, 10 atlet binaan Alastua Boxing Camp sukses membawa pulang 4 medali emas dan 6 medali perak.

Pertandingan yang digelar di Mantren, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (23/8/2026), menjadi momentum penting bagi camp yang dibentuk pada 6 Agustus 2026 oleh Wadah Alumni Angkatan 1991 Gelombang II TNI-AD (Alastua Malang Raya).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti awal keseriusan Alastua Boxing Camp dalam membangun pembinaan olahraga tinju sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Ketua Alastua Boxing Camp, Agus Gunawan, mengatakan keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi bagian dari proses mencari bibit unggul dan memberikan pengalaman bertanding kepada para atlet.

“Kami menurunkan 10 atlet dengan tujuan mencari bibit unggul, melestarikan dan memajukan olahraga tinju di Malang Raya, membina karakter, kedisiplinan, serta sportivitas generasi muda dan pecinta olahraga,” ujar Agus.

Menurutnya, olahraga tinju memiliki nilai penting dalam membentuk mental dan karakter. Para atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu mengendalikan diri, menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan dengan sportif.

Atlet Putri Ikut Sumbang Medali Emas

Prestasi Alastua Boxing Camp semakin lengkap dengan keberhasilan atlet putri binaannya meraih medali emas.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di Alastua Boxing Camp memberikan ruang yang sama bagi atlet putra maupun putri untuk mengembangkan potensi dan mengejar prestasi di atas ring.

Agus berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi semakin banyak generasi muda, khususnya di Malang Raya, untuk mengenal olahraga tinju secara positif.

“Yang kami bangun bukan hanya petinju yang mampu memenangkan pertandingan, tetapi juga anak-anak muda yang memiliki disiplin, mental kuat, sportivitas dan karakter,” jelasnya.

Latihan Tak Hanya Soal Pukulan

Pelatih Alastua Boxing Camp, Yohanes GS atau Jhonbrengs, mengatakan program latihan atlet dilakukan secara menyeluruh.

Latihan mencakup teknik dasar dan strategi bertanding, peningkatan kekuatan fisik, stamina, ketahanan mental hingga pembentukan karakter.

“Mulai dari latihan teknis, ketahanan fisik yang dilatihkan setiap hari, hingga pembentukan karakter, agar para peserta tidak hanya menang di atas ring, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda,” katanya.

Menurutnya, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembentukan seorang atlet. Kemenangan harus menjadi motivasi untuk berkembang, sedangkan kekalahan harus dijadikan bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik.

Ring Tinju Jadi Kawah Candradimuka Generasi Muda

Alastua Boxing Camp dipimpin Agus Gunawan yang merupakan mantan anggota Yonbekang 2 Kostrad sekaligus mantan petinju. Kehadiran camp tersebut membawa semangat pengabdian Alastua Malang Raya melalui jalur olahraga.

Selain membina prestasi, Alastua Boxing Camp ingin menjadikan olahraga sebagai sarana membangun disiplin, keberanian, tanggung jawab dan rasa percaya diri generasi muda.

Torehan 4 emas dan 6 perak dalam pertandingan perdana menjadi modal awal bagi Alastua Boxing Camp untuk terus mengembangkan pembinaan dan mencari talenta-talenta baru.

Dengan semangat pantang menyerah dan menjunjung tinggi sportivitas, Alastua Boxing Camp bertekad menjadikan ring tinju sebagai kawah candradimuka untuk melahirkan atlet berprestasi sekaligus generasi muda berkarakter.

(Kontributor: Arif)

You cannot copy content of this page