“Tujuannya untuk mempopulerkan dan menggelorakan Seni Beladiri Kungfu di Indonesia, sekaligus untuk menjalin persahabatan, persaudaraan dan persatuan antar sesama praktisi, guru, pelatih, dan atlet beladiri di tanah air,”
SINDOSOLONEWS.COM | WONOSOBO – Banyak museum dan galeri seni di Indonesia, baik dikelola oleh pemerintah, swasta maupun pribadi. Namun banyak yang belum tahu jika ada museum (galeri) kungfu di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Konon tempat ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Didirikan dan dikelola secara pribadi namun dapat dikunjungi oleh masyarakat umum khususnya sahabat praktisi seni beladiri dari berbagai aliran siapa pun dan dari mana pun. Museum dan galeri ini didirikan dari hobi, kecintaan dan dedikasi sang pendiri akan ilmu seni beladiri.
Museum (galeri) Seni Beladiri Kungfu Wonosobo berada di Dusun Selonegoro RT 03/RW I, Desa Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah.
Untuk saat ini ,museum(galeri) ini merupakan Museum Kungfu satu-satunya di Indonesia. Museum (galeri) Seni Beladiri Kungfu Wonosobo dirintis sejak tahun 2004 oleh seorang praktisi Kungfu sekaligus guru kungfu, Shifu/Master/Satya Guru Odi Purwanto.
Pada awalnya tempat ini hanyalah tempat tinggal dan sasana pribadi Shifu Odi, namun pada tahun 2023, atas dukungan dan inisiatif dari salah satu guru, sahabat yang sudah dianggap saudara sendiri yang bernama Grand Master/Brahma Guru Henri Hendarto, maka tempat ini mulai dipublikasikan ke umum dan media.
Brahma Guru Henri Hendarto sendiri merupakan salah satu tokoh aktif seni beladiri yang masa tahun 90an merupakan seorang aktor laga Indonesia. Kemudian museum (galeri) ini mulai dipopulerkan dan dikunjungi rekan media, para pecinta seni beladiri berbagai cabang, namun mayoritas masih sebatas sahabat dekat dan kenalan Shifu Odi, sebagai ajang silaturahami, latihan bersama atau sekedar melihat barang-barang koleksi.
Pemilik museum yang akrab disapa Shifu Odi Purwanto ini menuturkan, faktor yang mendorongnya mendirikan museum(galeri) tersebut adalah, kecintaannya pada seni beladiri yang ditekuninya sejak kecil.
“Tujuannya untuk mempopulerkan dan menggelorakan Seni Beladiri Kungfu di Indonesia, sekaligus untuk menjalin persahabatan, persaudaraan dan persatuan antar sesama praktisi, guru, pelatih, dan atlet beladiri di tanah air,” ungkap Odi
Lebih lanjut Shifu Odi Purwanto menjelaskan, bangunan Museum Seni Beladiri Kungfu bisa dikatakan sangat unik, antik, eksotik, artistik dan tradisional khas “tempo doeloe”. Di mana bangunan galeri tersebut dibangun pada tahun 1957.
Bangunan ini merupakan rumah tertua yang berada di atas lahan wilayah Dusun Selonegoro, Desa Selokromo.
Terlihat beragam koleksi benda yang berhubungan dengan seni beladiri kungfu, tertata rapi dalam bangunan itu. Disebutkan, seluruh koleksi itu dikumpulkan secara bertahap oleh sang pendiri, sejak tahun 2004.

Terbagi Menjadi Beberapa Kelompok,
ada empat kelompok dalam pajangan koleksi Museum (Galeri) Seni Beladiri Kungfu Wonosobo tersebut.
Kelompok A
Aksesoris dan Jenis Senjata Seni Beladiri Kungfu, seperti Senjata Panjang, Senjata Pendek, Senjata Lentur (fleksibel), Senjata Ganda. Semuanya memiliki Bermacam Kategori dengan jumlah lebih dari 300 senjata.
Kelompok B
Berbagai Buku Seni Beladiri Kungfu termasuk buku dari Berbagai Gaya Seni Beladiri di luar Seni Beladiri Kungfu dan Sistem Tarung Lainnya, baik aliran beladiri Indonesia, China, Jepang, maupun Korea.
Ditambah Buku Tenaga Dalam(prana), Pewayangan, Sejarah & filosofi, dengan jumlah total lebih dari 1.200 buku.
Kelompok C
Kumpulan Video Seni Beladiri Kungfu dari Klasifikasi Edukasi, hiburan, tutorial dan terutama video film kungfu jadul.
Termasuk Video Seni Beladiri lainnya yang Non Seni Beladiri Kungfu, dengan jumlah lebih dari 900 video.
Kelompok D
Berbagai piala, medali, sertifikat, penghargaan dari dalam maupun luar negeri, Plakat dan dokumen penting yang berhubungan dengan Seni Beladiri Kungfu. Termasuk Multi Seni Beladiri lainnya, dengan dokumen sebanyak 600 lebih.
Juga dipajang banyak karya seni berupa lukisan wayang yang merupakan karya tangan Shifu Odi sendiri, yang disamping seorang seniman beladiri juga seorang seniman pelukis dan sastrawan (puisi).
Museum kungfu di Kabupaten Wonosobo ini merupakan bukti nyata dan autentik perwujudan komitmen, dedikasi, prestasi, rasa cinta dan keseriusan dari Shifu Master Satya Guru Odi Purwanto dalam mempelajari multi beladiri. Khususnya dalam menekuni Seni Beladiri Kungfu.
Bahkan Shifu Odi sendiri tercatat memperoleh dua kali pengakuan & penghargaan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) di bidang seni beladiri,serta dikenal sebagai kreator WJJ (Wingchun -Jiujitsu) gabungan seni beladiri wingchun dan Jiujitsu (baik BJJ maupun Jiujitsu Tradisional Jepang) & ilmu beladiri lain yang pernah dipelajari. (Obie/r.)








