Solo – Universitas Pignatelli Triputra (UPITRA) Surakarta menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Speak Up Muntilan!”, yaitu program pelatihan speaking bahasa Inggris berbasis kearifan lokal bagi siswa perwakilan kelas 8 dan 9 SMP Kanisius Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.
Melalui pendekatan storytelling, siswa diajak mengenal kisah tiga tokoh sejarah Muntilan yaitu Romo Van Lith, Barnabas Sarikrama, dan Romo Richardus Kardis Sandjaja. Program ini sekaligus melatih kepercayaan diri berbahasa Inggris di depan umum pada 4 Agustus 2026.
Kegiatan ini dipimpin oleh Fitria Yuliani, M.Pd., dosen UPITRA sekaligus ketua tim pelaksana program, yang menyusun modul pembelajaran “Speak Up Muntilan!” sebagai materi utama pelatihan. Program dilaksanakan dengan model hybrid, memadukan persiapan materi secara daring dengan presentasi storytelling siswa yang berlangsung tatap muka di sekolah.
“Kami ingin siswa tidak hanya berlatih berbicara bahasa Inggris, tapi juga belajar menghargai sejarah dan tokoh-tokoh di daerah mereka sendiri. Lewat pendekatan storytelling yang interaktif, siswa jadi lebih berani tampil dan lebih percaya diri menyampaikan cerita dalam bahasa Inggris,” ujar Fitria Yuliani.
Tanggapan Positif dari Pihak Sekolah
Guru pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris SMP Kanisius Muntilan, Bernadetta Fery D.S., S.Pd., turut memberikan tanggapan positif atas pelaksanaan program ini. Menurutnya, metode pembelajaran interaktif yang dihadirkan melalui “Speak Up Muntilan!” membuat siswa lebih antusias dan tidak merasa bosan selama mengikuti kegiatan.
“Anak-anak terlihat senang dengan pembelajaran yang interaktif bersama dosen-dosen seperti ini. Siswa jadi lebih percaya diri dan antusias dalam mempraktekkan Bahasa Inggris. Kegiatan seperti ini refreshing sekali bagi anak-anak.” ujar Bernadetta.
Program “Speak Up Muntilan!” diharapkan dapat menjadi model pembelajaran bahasa Inggris yang lebih bermakna bagi siswa SMP, dengan memanfaatkan kekayaan sejarah dan nilai-nilai lokal sebagai sumber belajar, sekaligus mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pengembangan pendidikan di daerah. (Jen)








