Weton Wali Kota, Sonjo Wargo di Tegalharjo Semarak dengan Karawitan Tegallaras dan Peluncuran “Tegalharjo Kumandang

WhatsApp Image 2026 07 30 at 07.37.53 1
banner 120x600

SURAKARTA – Kegiatan Sonjo Wargo yang digelar Pemerintah Kota Surakarta di Kelurahan Tegalharjo, Kecamatan Jebres, Rabu (29/7/2026) malam, berlangsung semarak dengan nuansa budaya Jawa. Bertepatan dengan malam Kamis Pon, yang merupakan weton Wali Kota Surakarta Respati Ardi, acara dikemas melalui dialog bersama warga dan penampilan Paguyuban Karawitan Tegallaras.

Kegiatan yang berlangsung pukul 18.30 hingga 22.00 WIB itu menjadi wadah silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus upaya memperkuat pelestarian seni budaya di tingkat kelurahan.

Ketua Paguyuban Karawitan Tegallaras, Langgeng Suharjo, S.Sn, mengatakan Tegalharjo memiliki kekayaan budaya yang lahir dari keberagaman kampung yang ada di wilayah tersebut.

“Tegalharjo dikenal sebagai lumbung budaya. Melalui Paguyuban Karawitan Tegallaras, kami ingin menyatukan potensi budaya dari 11 kampung yang ada di Kelurahan Tegalharjo dalam satu identitas bersama,” ujarnya.

Langgeng menjelaskan, setiap kampung memiliki sejarah dan ciri khas tersendiri, mulai dari Kampung Kandang Sapi, Nanasan, Kacangan, Kosanan hingga keberadaan ikon *Ringin Semar* yang menjadi penanda kawasan Tegalharjo.

Ia mengungkapkan, seluruh kekayaan budaya tersebut akan dirangkum dalam karya berjudul “Tegalharjo Kumandang”, yang akan menjadi media promosi sekaligus penguatan identitas budaya masyarakat.

“Melalui lagu Tegalharjo Kumandang, kami ingin memperkenalkan seluruh kampung beserta sejarahnya. Ini menjadi bagian dari persiapan menuju kegiatan budaya yang akan digelar pada Agustus mendatang,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengapresiasi keberadaan Paguyuban Karawitan Tegallaras yang dinilai konsisten menjaga kelestarian budaya Jawa.

Menurutnya, tidak semua kelurahan memiliki perangkat gamelan dan kelompok karawitan yang aktif melibatkan generasi muda.

“Alhamdulillah Tegalharjo memiliki gamelan dan anak-anak muda yang ikut belajar karawitan. Ini harus terus dijaga, jangan sampai terputus. Seni gamelan dan karawitan adalah warisan budaya yang wajib kita lestarikan,” ujar Respati.

Respati juga mengumumkan rencana Festival Kamis Pon yang akan mulai diselenggarakan Pemerintah Kota Surakarta pada tahun depan.

Festival tersebut akan memperlombakan kesenian tradisional antar-kelurahan, seperti karawitan, tembang Jawa, hingga ketoprak, dengan penampilan yang mengandung pesan-pesan edukatif bagi masyarakat.

“Tahun depan akan ada Festival Kamis Pon. Setiap kelurahan kami dorong menampilkan karawitan, tembang hingga ketoprak yang mengandung nilai pendidikan dan kebaikan. Mulai sekarang silakan latihan sebanyak-banyaknya,” kata Respati.

Dalam kesempatan itu, Respati juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Surakarta, di antaranya Rumah Siap Kerja yang bertujuan meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar mampu diserap dunia usaha, serta program pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai solusi jangka panjang terhadap persoalan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Ia mengajak masyarakat mendukung seluruh program pembangunan, tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda dan pelestarian lingkungan.

“Selain membangun infrastruktur, yang tidak kalah penting adalah membangun karakter generasi muda, menjaga budaya, dan mengelola lingkungan agar masa depan Kota Solo semakin baik,” pungkasnya.

You cannot copy content of this page