Sulawesi – Pembangunan Jembatan Garuda oleh Kodim 1428/Mamasa menjadi langkah konkret TNI dalam menjawab kebutuhan infrastruktur vital masyarakat di wilayah terpencil Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Program ini merupakan tindak lanjut instruksi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Dansatgas Jembatan Garuda, yang memerintahkan jajaran satuan teritorial untuk mendata serta memprioritaskan pembangunan dan perbaikan jembatan yang mendesak.
Kabupaten Mamasa yang didominasi wilayah perbukitan dan pegunungan membuat keberadaan jembatan sangat krusial sebagai penghubung antarwilayah. Berdasarkan data awal, sedikitnya 78 jembatan di daerah ini membutuhkan perbaikan.
Kondisi tersebut semakin mendesak setelah adanya insiden anak-anak yang terjatuh dari jembatan beberapa waktu lalu. Peristiwa ini menjadi perhatian serius Komandan Kodim 1428/Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan.
Sebagai bentuk respons cepat, pihaknya mengajukan permohonan ke Mabesad agar pembangunan jembatan dapat diprioritaskan demi menjamin keselamatan masyarakat.
Saat ini, pembangunan Jembatan Garuda di Desa Tadisi dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI dan masyarakat setempat. Proses pengerjaan juga dipantau langsung oleh Dandim untuk memastikan progres berjalan sesuai target.
Selain meningkatkan keselamatan, pembangunan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, serta aktivitas ekonomi warga.
Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah terpencil.
Dalam keterangannya, Letkol Arh Edwin Hermawan menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Jembatan ini menjadi akses utama masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Karena itu, pembangunan kami percepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengerjaan dilakukan secara gotong royong sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Meski terkendala cuaca hujan dalam beberapa hari terakhir, pihaknya tetap optimistis pembangunan dapat selesai tepat waktu.
“Kami targetkan kurang dari satu bulan sudah rampung, dengan kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat,” tambahnya.
Memasuki hari kelima pengerjaan, tantangan cuaca masih menjadi kendala utama. Namun semangat kebersamaan di lapangan diyakini mampu mempercepat penyelesaian proyek demi meningkatkan keselamatan dan konektivitas wilayah Mamasa.
















