Lestarikan Cagar Budaya Masyarakat Peduli Cagar Budaya Kartasura Gelar Ikrar di Watu Kembar Petilasan Karaton Kartasura.

IMG 20240707 WA0067
banner 120x600

SINDOSOLO.NEWS|SUKOHARJO, Cagar Budaya sebagai Nilai Sejarah yang menyimpan kisah dan cerita dari masa lalu, sudah sepatutnya untuk dirawat dan dilestarikan. Agar nilai nilai luhur budaya dari leluhur tidak punah dan tidak terputus dengan generasi dimasa mendatang. Masyarakat Kartasura yang terdiri dari berbagai element masyarakat, organisasi, paguyuban dan komunitas se Kartasura yang tergabung didalam Masyarakat Peduli Cagar Budaya Kartasura menggelar Ikrar Peduli dan Lestarikan Cagar Budaya Kartasura Minggu, (07/07/2024) di Watu Kembar Petilasan Karaton Kartasura, Dusun  IV Desa Kartasura, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Hadir dalam acara Ikrar Lestarikan Cagar Budaya Kartasura Forkopimcam Kartasura antara lain, Camat Kartasura Ikhwan Sapto Darmono, S.Pd., M.Pd., Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo, S.H., M.H., Danramil Kartasura Kapten Inf Ismail, Pejabat Lurah Kartasura, Pemerhati dan Pecinta Seni dan Budaya Kartasura KRT. H. Dr.(Cand) Djoeyamto Hadi Sasmito, S.H., M.H., Ketua Panitia Acara Sofyan, S.H., Ketua Umum Pejuang Kartasura Untung Suropati Rescue 79 Muhammad Budiman, S.E., Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anisiyah Ngemplak Kartasura KH. Najib Al Hafidz, S.Ag., Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo Atik Ardati, S.Kom., Beserta tamu undangan lain yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, Organisasi, paguyuban, Komunitas Sosial, Seni dan Budaya se- Kartasura.

Setelah Pembukaan dan Do’a oleh KH. Najib Al Hafidz, S.Ag., serta menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dirigen Erna Widayati, S.H., Acara dilanjutkan dengan Pembacaan Ikrar Masyarkat Peduli Cagar Budaya Kartasura. Dalam Ikrar tersebut masyarakat peduli Cagar Budaya Kartasura di dukung oleh Forkopimcam Kecamatan Kartasura, ada pun isi dari Ikrar Lestarikan Cagar Budaya Kartasura adalah,

Dengan memohon Ridho Dari Allah Tuhan Yang Maha Esa, kami Masyarakat Peduli Cagar Budaya berikrar :

1. Dengan sukarela turut merawat dan menjaga cagar budaya di sekitar kita.
2. Dengan sukarela menjaga kebersihan lingkungan di sekitar cagar budaya.
3. Dengan sukarela membantu mengawasi dan melaporkan jika terjadi perusakan dan pengrusakan benda cagar budaya.
4. Dengan sukarela membantu memberikan data jika di sekitar kita terdapat diduga benda cagar budaya.

Videoshot 20240707 134039
Pembacaan Ikrar Masyarakat Peduli Cagar Budaya Kartasura. (sindosolo.news/photo:Obie/r.)

KRT. Dr.(Cand) H. Djoeyamto Hadi Sasmito, S.H., M.H., Pemerhati dan Pecinta Seni Budaya Kartasura, dalam sambutannya menyatakan bahwa acara Ikrar Peduli Cagar Budaya ini muncul murni dari inisiatif warga.
“Di Kartasura ini ada Cagar Budaya luar biasa yaitu situs Keraton Kartasura yang merupakan Pusat peradaban Mataram Islam. Dengan inisiatif warga masyarakat Kartasura untuk menyatakan ikrar peduli cagar budaya, kita semua diharapkan mempunyai kepedulian untuk memelihara dan merawat peninggalan leluhur baik dalam bentuk bangunan maupun non-bangunan seperti karya seni budaya,” ujar KRT. H. Djoeyamto.

Kemudian ia menekankan bahwa kepedulian ini harus diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti gotong royong membersihkan cagar budaya bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah setempat.
“Kita tidak perlu saling menyalahkan, tetapi kita harus memberikan masukan dan dukungan kepada pemerintah dalam upaya pelestarian Cagar Budaya,” tambahnya.

Muhammad Budiman, S.E., atau lebih dikenal dengan Budi Ajm, Ketua Rescue 79 Untung Suropati Kartasuro, menambahkan bahwa saat masyarakat menemukan situs terduga cagar budaya harus melaporkan keberadaan situs budaya kepada dinas kebudayaan agar dapat dilakukan survei dan penetapan sebagai cagar budaya.
“Cagar Budaya harus tetap lestari agar nantinya anak-anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi bisa melihat dan merasakannya langsung,” jelas Budi.

Sofyan, S.H., Ketua Panitia Acara Ikrar Masyarakat Peduli Cagar Budaya Kartasura, menyampaikan bahwa deklarasi ini diinisiasi dan didukung penuh oleh KRT. Dr.(Cand) H. Joeyamto Hadi Sasmito, SH., MH., seorang pemerhati seni dan budaya di Kartasura.
“Selama ini, situs-situs di Kartasura kurang terawat dan kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat. Dengan ikrar ini, diharapkan elemen masyarakat Kartasura dapat membangun komitmen untuk merawat dan melestarikan peninggalan nenek moyang kita,” tutur Sofyan.

Ia juga menyebutkan beberapa kasus perusakan yang terjadi di benteng Baluwarti dan Singapuran, namun berkat audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas Cagar Budaya di Yogyakarta, kini telah ada upaya pemetaan dan penetapan wilayah Cagar Budaya.
“Keraton Kartasura telah meningkat statusnya menjadi Cagar Budaya tingkat Provinsi, dan akan diajukan ke tingkat nasional agar mendapatkan subsidi dari negara,” lanjutnya.

KRT. Dr.(Cand) H. Djoeyamto, S.H., M.H., mengungkapkan harapannya agar pembangunan di Kartasura lebih ditingkatkan dan masyarakat lebih peduli terhadap situs-situs budaya.
“Kartasura memiliki potensi besar dengan banyak seniman dan budayawan. Kita harus mengembangkan seni dan budaya agar Kartasura bisa lebih maju lagi,” pungkasnya.

Acara diramaikan dengan seni ditutup dengan pentas seni pertunjukan tari gambyong, penampilan seni musik lesung dan pertunjukan seni reog Ponorogo yang menambah semangat masyarakat Kartasura Peduli Cagar Budaya yang hadir berikrar untuk terus menjaga dan melestarikan seni dan budaya di Kartasura. (Obie/r.)