Boyolali – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali akhirnya resmi dimulai. Prosesi groundbreaking dipimpin Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, Selasa (31/03/2026), menandai berakhirnya penantian panjang warga yang selama ini terkendala akses transportasi.
Selama puluhan tahun, masyarakat Desa Bolo harus menghadapi kondisi sulit akibat belum adanya jembatan penghubung. Aktivitas sehari-hari seperti berangkat sekolah, bekerja di ladang, hingga mengakses layanan kesehatan terhambat karena warga harus menyeberangi sungai.
“Kalau airnya dangkal masih bisa dilewati, tapi tetap berbahaya karena licin. Tidak jarang ada yang jatuh, bahkan anak-anak harus pulang karena pakaian basah,” ujar Widodo, warga setempat.
Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda Kabupaten Boyolali atas sinergi yang terjalin dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang dilaksanakan secara serentak di 60 titik di wilayah Jawa Tengah, sebagai upaya mempercepat konektivitas antarwilayah.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan oleh TNI Angkatan Darat sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah terpencil.
“Melalui program ini, TNI hadir untuk membuka keterisolasian wilayah serta mempermudah akses masyarakat antar desa,” tegasnya.
Selain groundbreaking, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pemberian bantuan kepada warga. Sebanyak 200 masyarakat menerima layanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan warga Desa Bolo.
Pembangunan Jembatan Garuda di Boyolali diharapkan menjadi solusi permanen bagi mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Ke depan, program ini juga ditargetkan terus berlanjut ke wilayah lain yang masih membutuhkan akses infrastruktur dasar.
Proyek ini menjadi bagian dari karya bakti TNI bersama masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan nasional.















