SD Muhammadiyah 1 Solo : Semarak Hardiknas 2026

IMG 20260427 WA0008
banner 120x600

“Bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membawa Indonesia menuju visi misi emas 2045. Dibutuhkan keseimbangan antara kesehatan mental, kekuatan raga, dan keluhuran budi pekerti atau akhlakul karimah,”

SINDOSOLONEWS.COM | SOLO – SD Muhammadiyah 1 Solo gelar semarak Hari Pendidikan Nasional (hardiknas) bertajuk sound dan soul (suara dan jiwa) festival.

Kegiatan semarak hardiknas berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (27–28/4/2026), dan wajib diikuti seluruh siswa dengan berkolaborasi orang tua wali murid, aksi nyata dengan Bazar Market Day yang bertujuan belajar berwirausaha sejak dini, Senin (27/04/2026).

Kepala Sekolah Sri Sayekti, menyampaikan untuk menjadi generasi hebat yang berkemajuan dan berkeadaban, para murid harus memulai hari dari sebuah pembiasaan dan budaya yang baik.

“Maka, kita gelar semarak hardiknas 2026 dengan lomba senam Indonesia sehat dan gerak serta lagu rukun sama teman. Terima kasih wali murid yang sudah berkolaborasi dengan sekolah dengan adanya bazar market day,” ujar Sri Sayekti.

Sayekti menyebut gerakan rukun sama teman sebagai bagian dari penguatan karakter siswa dan pencegahan perundungan di lingkungan sekolah yang berdiri sejak 1935 ini.

“Bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk membawa Indonesia menuju visi misi emas 2045. Dibutuhkan keseimbangan antara kesehatan mental, kekuatan raga, dan keluhuran budi pekerti atau akhlakul karimah,” imbuhnya, sambil tersenyum.

Sekolah lebih tepatnya yang berada di Jalan Kartini No 1 Ketelan Barat Pura Mangkunegaran terus berkomitmen menciptakan sekolah sebagai rumah kedua.

“Bukan tugas yang ringan dan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan nilai kolaboratif yang kuat antara kepala sekolah, guru, murid, wali murid dan seluruh warga satuan Pendidikan,” bebernya.

Dengan semangat “3B yaitu Belajar, Berkarya, Berprestasi,” semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan generasi sejak dini yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global.

“Kita harus saling menjaga untuk saling berkembang, dan tumbuh menjadi generasi Indonesia Hebat. Gerakan peringatan ini adalah komitmen bersama untuk memastikan tidak ada lagi jarak dan permusuhan di antara sesama murid,” urainya.

Para guru turut mendampingi siswa agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan bermakna.

“Berharap anak didik tidak hanya merasa senang dalam berkegiatan, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang hebat, Religious, Smart, Healthy, and Creative,” pungkasnya.

(Dwi Jatmiko MPd.)