SUKOHARJO – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sanggrahan Sukoharjo sejak Selasa sore memicu banjir yang merendam puluhan rumah warga. Peristiwa ini terjadi pada Rabu dini hari saat debit air meningkat drastis dan meluap ke permukiman.
Genangan air datang dengan cepat setelah hujan berlangsung selama kurang lebih dua jam tanpa henti. Warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke masjid terdekat guna menyelamatkan diri serta barang-barang berharga.
Kondisi di sekitar jembatan Sanggrahan dilaporkan cukup mengkhawatirkan. Luapan air sungai yang tidak mampu menampung tingginya curah hujan menyebabkan air meluber hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Hendro, salah satu Ketua RT setempat, mengungkapkan bahwa banjir diduga merupakan kiriman dari wilayah Desa Gentan. Ia menyebutkan, kapasitas Sungai Sanggrahan tidak lagi mampu menahan debit air yang meningkat tajam.
“Air datang dari arah Gentan, sungai tidak kuat menampung sehingga meluap ke pemukiman,” ujarnya.
Selain di Sanggrahan, banjir juga dilaporkan melanda sejumlah wilayah lain seperti Desa Manang, Gambiran, kawasan Solo Baru, hingga Kecamatan Baki. Bahkan, dampaknya meluas hingga bantaran Sungai Bengawan Solo.
Warga berharap banjir ini tidak menjadi kejadian rutin setiap musim hujan. Mereka mendesak adanya normalisasi sungai serta penanganan sedimentasi agar aliran air dapat kembali optimal.
Di tengah kondisi darurat, solidaritas warga terlihat kuat. Masyarakat bahu-membahu membantu evakuasi dan memenuhi kebutuhan darurat para korban terdampak.
Naharudin, warga Sukoharjo lainnya, menilai perhatian pemerintah terhadap infrastruktur sungai perlu ditingkatkan. Menurutnya, langkah konkret sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak terus dihantui ancaman banjir saat musim penghujan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengelolaan lingkungan dan perbaikan infrastruktur untuk meminimalisir risiko bencana di masa mendatang.








