Pangdivif 2 Kostrad Resmikan Patung H.M. Soeharto di Brigif 6/TSB

“Patung ini bukan sekadar monumen, melainkan pengingat bagi generasi penerus untuk terus menanamkan jiwa kepemimpinan, semangat pengabdian, dan kecintaan kepada tanah air dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara,”

banner 120x600
banner 468x60

SINDOSOLONEWS. COM| SUKOHARJO – 1 Maret adalah moment bersejarah bagi bangsa Indonesia, mengapa ??!, karena 1 Maret, 77 tahun yang lalu tepatnya 1 Maret 1949 satu peristiwa bersejarah yaitu Serangan Umum Satu Maret yang terjadi di yogyakarta. Serangan Umum Satu Maret itu tidak lepas dari peran besar putra bangsa yang bernama Soeharto Presiden ke-2 RI. Untuk mengenang jasa beliau, Patung Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto diresmikan di Markas Brigade Infanteri 6/TSB/2 Kostrad, Minggu (01/03/2026). Dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Peresmian dipimpin oleh Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., bersama Ibu Siti Hediati Hariyadi (Ibu Titiek Soeharto) sebagai perwakilan Keluarga dan dihadiri para prajurit, purnawirawan, tokoh masyarakat, forkopimda dan para tamu undangan.

banner 325x300

Keberadaan patung tersebut menjadi simbol penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Jenderal Besar H.M. Soeharto kepada bangsa dan negara, khususnya dalam perjalanan sejarah TNI Angkatan Darat, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) yang juga merupakan mantan Pejabat Danbrigif 6/TSB.

Dalam sambutannya, Ibu Titiek Soeharto menyampaikan apresiasi kepada jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad dan Brigif 6 khususnya atas komitmen dalam menjaga nilai-nilai perjuangan, disiplin, serta semangat pengabdian yang telah diwariskan oleh Jenderal Besar Soeharto.

“Patung ini bukan sekadar monumen, melainkan pengingat bagi generasi penerus untuk terus menanamkan jiwa kepemimpinan, semangat pengabdian, dan kecintaan kepada tanah air dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad menegaskan bahwa peresmian patung ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh prajurit untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme, loyalitas, dan integritas dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si menekankan bahwa monumen tersebut bukan sekadar karya seni atau ornamen satuan.

“Monumen ini adalah penanda sejarah dan simbol kehormatan. Ia berdiri untuk mengingatkan kita akan jati diri prajurit Kostrad yang tangguh, disiplin, loyal, dan siap digerakkan kapan pun demi NKRI,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, dilanjutkan penandatanganan prasasti, prosesi pengguntingan pita, serta pembukaan selubung patung oleh Ibu Titiek Soeharto bersama Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad. Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Museum Brigif 6 dan peninjauan pangkalan satuan.

Dengan diresmikannya Patung Jenderal Besar H.M. Soeharto di Brigif 6/TSB/2 Kostrad, diharapkan nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara senantiasa terpatri serta menjadi inspirasi bagi generasi prajurit TNI, kini dan di masa yang akan datang.

Pangdiv II Kostrad Resmikan Monumen Soeharto di Brigif 6, Keluarga Tegaskan Warisan Sejarah 1 Maret

Peresmian Monumen Soeharto di lingkungan Brigif 6 Trisakti Balajaya, tak hanya menjadi agenda militer, tetapi juga momentum historis yang sarat makna kebangsaan. Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad menegaskan, monumen tersebut merupakan simbol penghormatan atas jasa Panglima pertama Kostrad sekaligus figur sentral dalam sejarah perjuangan bangsa.

Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda Surakarta dan Sukoharjo, unsur TNI-Polri, serta keluarga besar almarhum berlangsung khidmat di Kesatrian Haji Muhammad Soeharto.

Menghidupkan Spirit 1 Maret 1949

Tanggal 1 Maret dipilih sebagai hari peresmian karena bertepatan dengan momentum bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Dalam peristiwa tersebut, pasukan Republik Indonesia berhasil menguasai kota selama enam jam, mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa Republik Indonesia tetap eksis dan tidak menyerah.

Peristiwa itu menjadi tonggak diplomasi internasional sekaligus penguat moral rakyat. Pangdiv menyebut nilai keberanian, ketegasan, dan visi kepemimpinan yang tercermin dalam peristiwa itu sebagai teladan abadi bagi prajurit.

“Setiap generasi memiliki tantangan zaman. Tugas kita adalah menjawabnya dengan integritas, profesionalisme, dan dedikasi tanpa batas,” ujarnya.

Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) Memberikan Sambutan Pada Acara Peresmian Patung Jenderal Besar H. M. Soeharto di Brigif 6/TSB/2. (sindosolonews.com./photo:red.) 

Sambutan Keluarga : Sejarah untuk Diteruskan

Mewakili keluarga besar Siti Hediati Suharto, salah satu anggota keluarga Soeharto menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas pendirian monumen tersebut. Dalam sambutannya, ia mengawali dengan salam serta menyampaikan apresiasi kepada jajaran pejabat daerah dan unsur TNI-Polri yang hadir.

Ia menegaskan bahwa pemilihan tanggal 1 Maret bukanlah kebetulan, melainkan memiliki makna mendalam dalam perjalanan sejarah bangsa.

“Tanggal 1 Maret bukan tanggal biasa. Pada 1 Maret 1949 terjadi serangan yang mengguncang dunia. Dalam enam jam, para pejuang berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih ada, para pejuang masih ada, dan bangsa ini tidak menyerah,” ungkapnya.

Menurutnya, monumen tersebut bukan sekadar patung, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan dijaga oleh keberanian, disiplin, serta kesetiaan kepada negara.

“Sejarah bukan untuk dikenang saja, tetapi untuk diteruskan dalam tindakan. Tantangan zaman boleh berubah, tetapi nilai kesetiaan kepada NKRI tidak boleh goyah,” tegasnya di hadapan prajurit Brigif 6 dan Divif 2 Kostrad.

Ia juga mengajak seluruh prajurit menjaga kehormatan satuan, memelihara disiplin, serta memperkuat loyalitas kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Di akhir sambutannya, keluarga memanjatkan doa agar almarhum diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya, serta berharap monumen tersebut menjadi warisan sejarah yang menginspirasi generasi prajurit masa kini dan mendatang.

Simbol Kehormatan dan Identitas Satuan

Peresmian monumen ini mempertegas posisi Brigif 6 Trisakti Balajaya sebagai satuan yang tak hanya mengemban tugas pertahanan, tetapi juga memelihara memori kolektif perjuangan bangsa. Keberadaan monumen di lingkungan kesatrian diharapkan menumbuhkan kebanggaan serta memperkuat motivasi prajurit dalam menjaga kehormatan satuan dan bangsa.

Dengan berdirinya monumen tersebut, semangat 1 Maret diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, melainkan terus hidup dalam disiplin, kesiapsiagaan, dan pengabdian prajurit kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Obie/r.)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!